Permasalahan minyak goreng dan segala macam turunananya mungkin adalah pesoalan berat yang harus pemerintahan pimpinan Joko Widodo (Jokowi) harus dihadapi.
Krisis ketersediaan minyak goreng beberapa waktu lalu bahkan menyebabkan nyawa rakyat harus hilang akibat ikut mengantre begitu lama. Pemerintah bukannya diam saja, beberapa kebijakan diambil untuk mensiasati masalah ini, salah satunya kebijakan larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil).
Sayangnya kebijakan ini pun dinilai tidak efektif salah satunya oleh Achmad Nur Hidayat MPP, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.
Menurut Achmad, bukannya persoalan minyak goreng menjadi membaik, tetapi justru tambah memburuk.
“Yang tujuan awalnya untuk menurunkan harga minyak goreng ternyata tidak kunjung turun tapi dampak yang didapat ternyata lebih buruk yaitu kita kehilangan triluanan rupiah yang biasanya satu hari negara bisa dapat 1 triliun, dan juga harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit menjadi drop,” ujar Achmad di keterangan tertulis, dikutip Rabu (18/5/22).
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya