Slamet menyebut ada motif tertentu di balik dugaan intelijen hitam yang terlibat dalam insiden deportasi UAS. "Ya, menggagalkan dakwah UAS tujuannya. Selama ini sudah sering terjadi pembubaran pengajian hingga penolakan dai yang dianggap bukan kelompok mereka," ucapnya.
Pentolan 212 itu menyayangkan sikap Singapura terhadap UAS. Slamet menegaskan UAS bukan koruptor, teroris, DPO, atau narapidana sehingga tak pantas diperlakukan demikian.
Sebelumnya, Kemendagri Singapura buka suara soal alasan menolak kunjungan UAS ke negaranya. Dalam situs resminya, ternyata khotbah UAS tentang bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina disorot Pemerintah Singapura.
Mereka menyebut UAS penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi yang tidak dapat diterima masyarakat multiras dan multiagama Singapura.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!