Slamet menyebut ada motif tertentu di balik dugaan intelijen hitam yang terlibat dalam insiden deportasi UAS. "Ya, menggagalkan dakwah UAS tujuannya. Selama ini sudah sering terjadi pembubaran pengajian hingga penolakan dai yang dianggap bukan kelompok mereka," ucapnya.
Pentolan 212 itu menyayangkan sikap Singapura terhadap UAS. Slamet menegaskan UAS bukan koruptor, teroris, DPO, atau narapidana sehingga tak pantas diperlakukan demikian.
Sebelumnya, Kemendagri Singapura buka suara soal alasan menolak kunjungan UAS ke negaranya. Dalam situs resminya, ternyata khotbah UAS tentang bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina disorot Pemerintah Singapura.
Mereka menyebut UAS penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi yang tidak dapat diterima masyarakat multiras dan multiagama Singapura.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Duit Ratusan Miliar Gagal Beli Hati: Pengakuan Hercules soal Tawaran Jenderal Bintang Dua untuk Jegal Prabowo
Kebobolan! Menkeu Ngaku Sistem Anggaran Kemenkeu Jebol, 21.801 Motor Listrik MBG Lolos Tanpa Izin
Kondisi Terbaru Kamaruddin Simanjuntak: Pengacara Pembongkar Kasus Sambo Kini Sakit – Begini Fakta Terkininya
Desak Bareskrim! 40 Ormas Islam Geruduk Polri Minta Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda Segera Diproses Hukum