Oleh karena itu, Khairul mengatakan, persepsi perang konvensional tidak lagi bisa menjadi salah satu acuan menyusun strategi pertahanan.
Menurutnya, hal itu terjadi karena selalu ada cara menembus pertahanan lawan dan melancarkan serangan militer.
"Persepsi perang konvensional itu tidak bisa jadi acuan membangun kapabilitas dan menyusun strategi pertahanan," jelasnya.
Dia menambahkan, perang modern akan lebih mengancam IKN Nusantara karena ada serangan dari kendali jarak jauh.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?