POLHUKAM.ID -Berlandaskan jumlah banyaknya pengikut saja, tujuannya mau keroyokan atau mengerahkan massa?
"Kombes Hengki Haryadi ya, gue nggak takut sama dia. Kau kecil Hengki Haryadi. Kau kecil, Hengki Haryadi. Anggota saya ada 1,4 juta.
Ini biar Pak Kapolri, Pak Sigit, biar dengar saya bicara ini," demikian kalimat jumawa dilantangkan Rosario de Marshall alias Hercules via tangkapan video yang menjadi viral.
Dikutip dari kanal News Suara.com, video pernyataan Hercules yang viral di media sosial ini bernada merendahkan dan mengancam. Ia bahkan menegaskan tidak takut dengan mantan Kapolres Metro Jakarta Barat yang dahulu menangkapnya.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) ini memberikan pernyataan jumlah anggota yang dijadikan sebuah tolok ukur. Untuk apakah? Dikerahkan untuk melakukan tindakan melawan hukum? Menakut-nakuti bahwa jumlah dominan atau lebih banyak artinya bisa berbuat sesuatu di luar dugaan bila dikerahkan? Sebuah pernyataan tidak langsung bahwa beraninya hanya main keroyokan? Mestinya malah patut disayangkan bila hanya kuantitas yang dipamer-pamerkan tanpa menunjukkan hal berbau positif dan berguna bagi masyarakat luas.
Kekinian, setelah video pengerdilan dan pengancaman itu viral, Hercules sontak menyatakan permohonan maaf. Ia mengaku,berdalih bahwa ucapan yang viral soal jumlah "kekuatan" itu terjadi secara spontan di luar kesadaran.
Lagi-lagi, bisa menjadi bahan kajian yang mana sebaiknya berpikir dahulu sebelum bicara, dibandingkan menuruti keinginan sendiri bicara tanpa pikir panjang.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M