Seperti diketahui, sebelumnya UAS dikabarkan tidak diperbolehkan masuk ke Singapura lantaran diduga pro ekstrimis.
Menurut Adib, kesalahan dalam memahami arti deportasi dan tidak diperbolehkan masuk adalah hal yang memprihatinkan.
“Saya kira banyak tokoh Indonesia yang memprihatinkan. Mereka tidak bisa membedakan dideportasi atau ditolak,” ujar Adib kepada GenPI.co, Sabtu (21/5).
Adib meyakini bahwa apa yang dialami oleh UAS merupakan bentuk penolakan suatu negara, bukan memulangkan ke tanah air.
“Saya yakin dari literasi yang saya baca bahwa UAS itu ditolak, hal itu adalah ranah subjektif Singapura,” tuturnya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras