Aryanto Misel mengaku tidak merasa sayang jika negara asing yang mengambil alih untuk mengembangkan riset terkait Nikuba.
"Saya membutuhkan dana untuk mengembangkan risetnya lebih lanjut," tutupnya.
Lantas bagaimana tanggapan BRIN terkait pernyataan Aryanto Misel?
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memastikan, bahwa pihaknya akan menggelar konfrensi pers untuk menanggapi pernyataan Aryanto Misel tersebut.
"Rabu akan ada tamu media di BRIN," ujar Handoko.
BRIN Bukan Pemberi pengakuan
Handoko juga pernah mengatakan, bahwa pihaknya tidak dalam posisi memberi pengakuan atas suatu temuan saat ditanya soal ketertarikan negara lain terhadap Nikuba.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa BRIN dapat memfasilitasi masyarakat yang memiliki ide inovasi.
Fasilitas tersebut diberikan BRIN kepada masyarakat melalui Fasilitasi Inovasi Akar Rumput (FIAR).
"Tetapi bukan memberi pengakuan," ujarnya.
Handoko menjelaskan, dalam ranah sains diperlukan kehati-hatian hingga temuan dapat dibuktikan secara saintifik.
"Di sains, kita harus cukup berhati-hati sampai terbukti secara saintifik bisa diterima oleh komunitas ilmiah," pungkasnya.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Subsidi BBM Malaysia Tembus Rp 13,7 Triliun Per Bulan, Apa Penyebabnya?
7 Aplikasi Download Video Terbaik 2026: Gratis, Cepat & Bikin Penasaran!
Gus Yaqut vs KPK: Tawaran USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR dan Skandal Kuota Rp 622 Miliar Terungkap!
Harga Pertalite Naik Usai Lebaran 2026? Ini Kata Pemerintah dan Faktanya!