Karena itulah, ia yakin pihak investor tidak akan menanggapinya dengan serius dan investasi pun akan terus berlanjut.
"Mereka kan mikirnya dalam jangka panjang, jadi ya untuk investasi Indonesia relatif tidak terganggu lah," pungkasnya.
Muhammad Faisal juga menanggapi seruan boikot yang trending di Twitter beberapa watu lalu. Menurut dia, isu boikot tersebut masih absurd, karena belum ada kejelasan mengenai mekanisme boikot dan sektor apa yang hendak diboikot.
Karena itu, ia menambahkan, masyarakat tidak perlu reaktif dalam menanggapi seruan boikot tersebut.
Sebelumnya, pihak imigrasi Singapura menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di negaranya, beberapa waktu lalu.
Alasan penolakan tersebut adalah, selama ini pemerintah Singapura menganggap UAS adalah ulama yang dekat dengan isu-isu intolerasi. Salah satunya ketika UAS menyatakan bom bunuh diri adalah tindakan syahid.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra