POLHUKAM.ID -Rencana kehadiran tujuh kampus asing di Bandung, Surabaya, dan Denpasar diprediksi menjadi magnet bagi calon mahasiswa. Salah satunya karena standar pendidikan yang sama dengan kampus asal.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam mengatakan, perguruan tinggi (PT) asing yang membuka cabang di Indonesia menggunakan kurikulum asli yang diterapkan di kampusnya.
Begitu pula standar pendidikannya. ”Karena ijazahnya sama,” ujar dia kemarin (25/7).
Berbeda halnya ketika kampus asing membuka perkuliahan jenjang S-1. Mereka wajib mengajarkan mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) yang mencakup mata kuliah agama, Pancasila, bahasa Indonesia, dan kewarganegaraan. ”Ini juga amanat dari Undang-Undang (UU) Pendidikan Tinggi,” ucapnya.
Namun, berbeda dengan kurikulum yang diadopsi langsung dari kampus asal, tenaga pengajar di kampus cabang biasanya gabungan. Menurut Nizam, PT asing akan melakukan rekrutmen khusus untuk dosen. Selain tentu ada dosen dari negara asal kampus.
Kehadiran PT kelas dunia di Indonesia itu dinilai memiliki banyak manfaat. Salah satunya ialah memberikan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkelas dunia. Sehingga daya saing talenta Indonesia pun meningkat.
Selain itu, terang Nizam, menghemat devisa negara. Sebab, dengan hadirnya PT asing di Indonesia, pilihan untuk tetap kuliah di dalam negeri pun makin besar. ”Saat ini lebih dari 100 ribu anak-anak kita belajar di luar negeri. Devisa yang keluar tentu besar sekali,” paparnya.
Kehadiran PT kelas dunia juga membuka kesempatan kerja sama yang lebih erat dengan PT di dalam negeri. ”Bisa menjadi benchmark sekaligus memacu untuk meningkatkan mutu,” sambungnya.
Artikel Terkait
Waspada! Ini Cara Jitu Menghindari Penipuan Bansos yang Lagi Marak – Jangan Sampai Terjebak Link Palsu!
Menkeu Purbaya Tegas: Tak Akan Ada Tax Amnesty Lagi, Ancaman Sikat Aset bagi yang Bandel!
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!