Bagi Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, sosok yang kerap dipanggil Buya Syafii itu adalah guru bangsa sekaligus negarawan senior. Ia pun menyampaikan rasa duka citanya dan merasa sangat kehilangan tokoh tersebut.
"Saya, dan juga seluruh bangsa Indonesia, tentu sangat berduka dan sangat kehilangan atas wafatnya Buya Syafii Maarif. Beliau bukan hanya mantan ketua umum dan tokoh Muhammadiyah. Beliau juga guru bangsa dan negarawan paling senior saat ini," kata Rachmat Gobel.
Dalam pandangan Rachmat Gobel, sosok Buya Syafii memiliki rasa cinta yang luar biasa bagi Indonesia. Beliau, kata Rachmat, adalah pejuang pluralisme dan semangat kebhinekaan bangsa Indonesia.
"Sikapnya sangat jelas dan tegas. Cintanya pada bangsa Indonesia begitu kental. Beliau juga memiliki pembelaan yang sangat kuat terhadap nasib wong cilik. Pergaulan Buya sangat luas dan melampaui sekat-sekat primordialisme," ujarnya.
Rachmat juga menghormati tokoh Muhammadiyah itu, sebab kritiknya pada keadaan sosial-politik begitu tajam, namun tanpa pretensi pribadi. Ia juga merasakan kehidupan Buya Syafii Maarif begitu sederhana.
Artikel Terkait
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Target 30 Operasi Per Tahun: Apa Saja Senjatanya?
Refly Harun Bongkar Motif Tersangka Roy Suryo: Kriminalisasi Kritik atau Pembelaan Jokowi?
Bahar Bin Smith Tersangka Penganiayaan Banser: Ini Pasal Berat yang Mengancamnya!
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?