Kontroversial, Ketua FKUB Bojonegoro tolak seruan boikot produk pendukung Israel. Dok: Dewi Rina-tvOne Produk yang diboikot tersebut sebagian besar di produksi di Indonesia.
Oleh karena itu, dia menilai saat ini berdampak pada perusahaan yang akhirnya menurunkan omzet dan akhirnya banyak pengurangan karyawan. "Ketika ada seruan seperti itu makan dampak ekonomi dan sosialnya luar biasa.
Contoh yang terjadi produk Nestle saat ini PHK besar-besaran dan kalau kita mau jujur tenaga kerjanya adalah orang Indonesia dan juga muslim," ucapnya.
Sebaliknya, kata dia, produk Indonesia yang pasarnya ekspor seperti di Bojonegoro salah satu produk minuman omzetnya turun hingga 30 persen.
Dengan dampak yang ditimbulkan akibat seruan boikot tersebut, FKUB Bojonegoro mengajar masyarakat dan berbagai pihak terutama MUI dan tokoh agama untuk melakukan evaluasi kembali terkait kebijakan ajakan tersebut jika diperlukan tidak boikot.
“Lebih baik melakukan doa bersama untuk kedamaian agar perang bisa segera berakhir,” katanya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran