"Saat saya tanya tahu gak soal telegram Kapolri mereka tidak tahu, dan sedang menjalankan tugas pengamanan," ungkapnya.
Dengan kejadian itu Ono mengaku sudah mengirimkan surat keberatan ke Kapolda Jawa Barat dengan tembusan Kapolri. "Kita sudah layangkan juga surat keberatan itu ke Kapolda dengan tembusan Kapolri," ungkapnya.
Selaku Ketua DPD Partai Perjuangan, ia pun mengimbau agar TNI Polri bersikap netral, tidak ada intimidasi atau bahkan memihak ke salah satu partai maupun pasangan calon presiden maupun peserta pemilu lainya.
"Kita harap Polisi maupun TNI bisa bersikap netral tidak ada hal hal yang saling merugikan diantara peserta pemilu," ungkapnya.
Sementara itu menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan untuk surat keberatan sudah diterima, tentu apapun masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi. "Setiap masukan tentu akan dievaluasi dan surat keberatan itu sudah kami terima,"ungkapnya.
Namun demikian Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan apa yang dilakukan lima anggota Intel tersebut itu sudah dilakukan jauh sebelum mendekati pemilu.
"Itu sebenernya memang sudah rutin untuk menjaga khamtibmas, kan tugas Intel memang seperti itu, dan bukan kantor PDIP saja, namun ke kantor partai lain, tapi kami menegaskan setiap keluhan dan masukan dari masyarakat tentu akan menjadi bahan evaluasi."ungkapnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Mikrofon Dimatikan! Detik-detik Ricuh di Keraton Solo Saat Fadli Zon Serahkan SK ke Tedjowulan
Bocil Block Blast Viral: Bahaya Tersembunyi di Balik Link yang Bikin Penasaran
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Ini 709 Dokumen yang Dituntut untuk Dibuka!
Noe Letto Jadi Tenaga Ahli DPN: Benarkah Pemerintah Pengkhianat Pancasila?