Iran Siap Hadapi Armada AS di Selat Hormuz, Ancaman Hentikan Ekspor Minyak Global
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz mencapai titik kritis. Militer Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi armada laut AS di jalur pelayaran strategis tersebut, disertai ancaman menghentikan ekspor minyak yang bisa mengguncang pasar energi global.
Iran Klaim Tunggu Kedatangan Armada dan Kapal Induk AS
Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mayor Jenderal Ali Mohammad Naeini, menegaskan angkatan bersenjata Iran sedang menunggu kedatangan armada AS, termasuk kapal induk Gerald Ford, di kawasan Selat Hormuz. Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap ancaman dari mantan Presiden AS Donald Trump mengenai keamanan selat tersebut.
Naeini juga mengklaim bahwa kapal perang dan pesawat tempur AS telah menjauh hingga lebih dari 1.000 kilometer dari wilayah Iran. Menurutnya, langkah ini diambil AS karena kekhawatiran terhadap kemampuan rudal dan drone canggih Iran.
Ancaman Iran: Hentikan Ekspor Minyak dari Selat Hormuz
Peringatan paling serius datang dalam bentuk ancaman Iran untuk menutup keran minyak. Naeini menyatakan bahwa jika serangan gabungan AS dan Israel berlanjut, Teheran tidak akan mengizinkan "satu liter pun minyak diekspor" dari kawasan itu.
Artikel Terkait
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung: Ternyata Ini yang Terjadi pada Pemimpin Tertinggi Usai Diserang AS-Israel
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur
Iran Punya Kartu As! Rudal Balistik Siap Hantam Daratan AS, Ini Kata Pakar
Praka Rico Gugur di Lebanon, TNI Kembali Berduka — Ini Fakta Terbaru Serangan ke Pasukan PBB