Ketidakpercayaan perusahaan-perusahaan itu kepada pemerintah membuat para pengusaha ogah menaruh kantor pusat di Indonesia.
“Kalau terjadi sesuatu, mereka tinggal lari saja,” tuturnya.
Refly bahkan menilai para perusahaan itu lebih memilih untuk meninggalkan aset di Indonesia dibandingkan harus berurusan dengan pemerintah.
“Kalaupun ada aset yang ditinggal, itu dinilai tak seberapa dibandingkan harta yang sudah didepositkan di luar negeri,” paparnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!