Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah melalui penyelenggaraan Presidensi G20 yang diharapkan mampu mengembangkan literasi dan keterampilan digital yang lebih inklusif dan produktif.
"Presidensi G20 Indonesia akan terus terbuka dan mendukung kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengimplementasikan upaya transformatif ekonomi yang adaptif, responsif, dan inklusif," kata Airlangga dalam side event Presidensi G20 yang dipantau secara virtual, Jumat (13/5/2022).
Lebih lanjut, Menko Perekonomian itu berharap adanya kolaborasi yang inovatif pada penyelenggaraan ajang internasional ini. Koordinasi global initiative yang mendukung inklusi keuangan perlu untuk terus dipertahankan dan diperkuat. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran negara-negara anggota G20.
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!