polhukam.id - Diperlukan upaya bersama untuk mencapai keselarasan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan pelestarian lingkungan hidup, dengan tujuan mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya mencapai keseimbangan tersebut. Pada ajang the 28th Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP-28 UNFCCC) di Dubai, Uni Emirat Arab.
Rerie, sapaan akrab Lestari menekankan perlunya mengadopsi kearifan lokal dan pengetahuan adat dalam mengatasi krisis iklim, sebagaimana tercermin dalam Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat.
Rerie menyoroti bahwa menghargai keragaman dan perbedaan akan memperkuat implementasi kesepakatan lingkungan yang telah diambil oleh pemimpin negara di forum-forum internasional.
Dia menekankan bahwa upaya pelestarian hutan, pembentukan komunitas lokal dalam pengelolaan sumber daya alam, dan penerapan kearifan lokal merupakan langkah awal dari berbagai negara dalam menekan pemanasan global.
Rerie, yang juga merupakan legislator dari Dapil II Jawa Tengah, menyatakan bahwa refleksi bersama tentang dampak aktivitas manusia seperti urbanisasi, industrialisasi, dan deforestasi telah mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem, dan perubahan iklim.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras