"Istilah 'kandang' merujuk pada periode sebelumnya. Namun saat ini, rakyat menginginkan perubahan tidak hanya dari satu partai, tapi dari berbagai partai lainnya," klaim Anies.
Ia juga menyatakan keraguan terhadap anggapan bahwa Jawa Tengah atau Jateng hanya diidentikkan dengan satu partai, yakni PDIP.
Menurutnya, masih ada banyak partai lain yang sedang berkembang dan memiliki potensi untuk menguasai Jateng.
Baca Juga: Habiburokhman Bantah Prabowo Bersikap Kasar pada Bahlil Saat Debat Cawapres
"Jika kita menyebut Jateng sebagai 'kandang banteng', sebenarnya wilayah ini memiliki variasi politik, bukan hanya dari satu partai," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta.
Meskipun Anies mengakui bahwa beberapa wilayah masih didominasi oleh partai berlambang banteng moncong putih, ia menegaskan bahwa Jateng tidak semestinya dianggap sebagai kandang banteng.
"Tidak seharusnya satu provinsi didominasi oleh satu partai saja. PKB juga memiliki kekuatan yang tidak kalah besar di Jateng. Kami optimis bahwa perubahan ini dapat dirasakan di sini," tambahnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: paradapos.com
Artikel Terkait
Pertemuan Rahasia di Solo: Pengamat Bongkar Alasan Sebenarnya Wasekjen Demokrat Temui Jokowi
Rieke Diah Pitaloka Bongkar Data BPJS: Benarkah Separuh Rakyat Indonesia Miskin?
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?