"Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi berpikir mencari pihak lain untuk mengurus perizinan perguruan tinggi. Akuntabilitas Bapak dan Ibu ada di situ," tegas Suharti.
Kepada Peneliti Ahli Utama BSKAP, Ketut Wiradnyana, Sesjen Suharti menekankan keahlian arkeologi dan sejarah budaya yang dimiliki Ketut akan memperbesar perannya.
"Indonesia, dengan kekayaan budaya tak ternilai, adalah laboratorium yang butuh banyak penelitian. Bidang yang Saudara tekuni semakin diperlukan. Semoga kiprah Saudara ke depan, makin berarti bagi kemajuan pendidikan dan kebudayaan serta menjadi inspirasi bagi para peneliti muda," tutur Sesjen Suharti.
Selain itu, Suharti juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia Kemendikbudristek. Dirinya mengimbau agar para pejabat yang dilantik memastikan komunikasi yang baik dan konsolidasi internal terjadi.
"Kita ingin semua jajaran kita dari atas sampai bawah paham kebijakan kita dan tahu apa yang jadi tugas masing-masing unit kerja. Dengan demikian, secara kolektif, apa yang dilakukan masing-masing unit kerja dapat berkontribusi pada pencapaian kinerja Kemendikbudristek," ucap Suharti.
Pada kesempatan ini, dilaksanakan juga Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Direktur Politeknik Negeri Ambon dari Beny Bandanadjaja kepada Dady Mairuhu; Jabatan Direktur Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong dari Abdul Aziz kepada Joko Sutopo Sugeng Hartono.
Jabatan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X dari Herri kepada Afdalisma; Jabatan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII dari Faisal kepada Rizal Munadi; serta Jabatan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI dari Mahludin H. Baruwadi kepada Munawir Sadzali Razak.
Sesjen mengapresiasi para pejabat terdahulu yang telah memberikan dedikasi dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidikan tinggi.
"Tetap semangat untuk terus berkarya pada bidang keahlian masing-masing. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah memimpin pembangunan bidang pendidikan dan mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia," tutupnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya