Menteri Johnny dan Dubes Vincent Piket juga membahas kehadiran dan peran serta Uni Eropa dalam Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia.
"Saya tentu dengan senang menerima kedatangan dan kehadiran tokoh-tokoh prominent, pengambil keputusan dari Uni Eropa yang juga berencana untuk hadir pada saat rapat tingkat menteri (Ministerial Meeting) Digital Economy Working Group yang akan dilaksanakan awal September mendatang di Bali," ungkap Menteri Johnny.
Sementara, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E Vincent Piket menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut. Terutama berkaitan dengan tema diskusi mengenai kontribusi aktif Uni Eropa dalam G20, khususnya dalam The Digital Economy Working Group Ministerial Meeting yang akan berlangsung di Bali, September mendatang.
"Kami melihat kemajuan yang baik dalam kelompok kerja ekonomi digital dan kami sangat ingin Indonesia hingga anggota G20 lainnya semua tahu bagaimana dan melihat pengetahuan kebijakan yang telah kami bangun di Eropa," ungkapnya.
Mengenai investasi dan beberapa ide perdagangan baru untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E Vincent Piket menilai regulasi yang ada di Indonesia telah berkembang dengan baik.
"Indonesia memiliki banyak pertumbuhan ekonomi yang cepat, memiliki potensi pengembangan yang luar biasa di bidang digital, bidang komunikasi, yang membutuhkan undang-undang untuk berkembang," tuturnya.
Vincent Piket memberikan dukungan ke Indonesia untuk membangun sistem yang canggih guna memperkuat struktur pasar digital dan layanan digital.
"Ini untuk melindungi data dan privasi, juga untuk kegiatan ekonomi digital lebih produktif. Kita dapat membuat sistem kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa yang serupa. Tentunya, untuk perdagangan dan investasi yang lebih baik," ungkapnya.
Menurut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E Vincent Piket, dalam pertemuan itu kedua pihak juga membahas kontribusi perusahaan Eropa ke sektor digital di Indonesia.
"Saya berharap dapat memperluas kontribusi perusahaan Eropa oleh pemberi pinjaman Eropa ke sektor digital di Indonesia. Investasi dan pengembangan yang dinamis oleh Menteri Kominfo dan timnya membuat kami sangat tertarik untuk membawa Bank Investasi Eropa, memastikan pembangunan infrastruktur digital terlaksana," jelasnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Zea Ashraff Terima Rp 2,5 Miliar dari Korupsi Ibunya? Ini Fakta dan Kronologi Lengkapnya
Fakta Mengejutkan di Balik Antrean BBM: DPR Beberkan Penyebab Sebenarnya, Bukan Cuma Panic Buying!
Delpedro Cs Bebas! Hakim: Hukum Pidana Bukan Alat untuk Membungkam Pikiran
Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya! Ini Kronologi Lengkap Laporan Dokter Detektif yang Bikin Heboh