“Apalagi kalau ini efisiensi dialihkan ke makan bergizi gratis, kita tahu pengelolaan makan bergizi gratis juga belum ideal, maka ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi," kata Bhima.
Bhima juga menyoroti dampak pemangkasan anggaran terhadap sektor-sektor lain, seperti perhotelan dan jasa penyewaan kendaraan.
Tenaga Kerja Terancam
Bhima memperingatkan bahwa hal ini dapat mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, tidak hanya di sektor swasta tetapi juga di sektor pemerintahan, terutama bagi tenaga kerja honorer yang masih dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pelayanan publik.
Senada Bhima, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurohman, menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam efisiensi anggaran.
Ia mengingatkan bahwa efisiensi yang tidak terencana dapat menggerus kualitas layanan dasar di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penghematan anggaran hingga Rp750 triliun melalui tiga putaran.
Penghematan ini akan dilakukan di berbagai sektor, termasuk melalui dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sumber: Sawitku
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!