Acara deklarasi ini digagas oleh kelompok bernama Majelis Sang Presiden. Total ada 250 massa yang mempunyai latar belakang seperti eks narapidana terorisme, eks anggota FPI, dan eks anggota HTI.
Terkait ketegangan itu, peserta bernama Alif Akbar selaku eks FPI buka suara. Menurutnya, insiden itu adalah bentuk antisipasi agar tidak terjadi mispersepsi.
"Kalau itu bentuk kecintaan kami satu sama lain, dikarenakan kita umat islam harus saling mengingatkan apabila ada kesalahan itu bentuk kecintaan saja tidak ada bentuk suatu masalah besar di sini," ucap Alif usai deklarasi berlangsung.
Untuk itu, Alif meminta agar ketegangan di awal acara tidak perlu dibesar-besarkan. Menurut dia, permintaan agar bendera tersebut untuk diturunkan adalah tindakan saling mengingatkan.
"Jadi itu bukan suatu hal yang menurut saya suatu hal yang sifatnya dibesar-besarkan. Itu bentuk kecintaan kami untuk saling mengingatkan. Jadi seperti itu," jelas dia.
Sebelumnya, ada sedikit ketegangan ketika acara hendak dimulai lantaran ada empat bendera yang diduga sebagai atribut HTI di atas panggung acara.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras