Ia berpendapat bahwa kerumunan orang yang menerima bantuan dari Jokowi bukan karena kegembiraan semata, melainkan karena kebutuhan perut yang mendesak akibat kemiskinan.
Rocky Gerung bahkan melontarkan kritik pedas dengan menyatakan bahwa reputasi Jokowi, jika dirumuskan secara sarkastis, adalah “menunggangi kemiskinan dan menunggangi kedunguan kebodohan publik”.
Ia menjelaskan bahwa Jokowi memanfaatkan ketiadaan akses pada pengetahuan dan ketiadaan akses pada makanan untuk membujuk publik melalui bantuan langsung tunai (BLT) atau bagi-bagi hadiah.
Ia juga menyinggung adanya “feminisasi kemiskinan”, di mana kaum perempuan menjadi kelompok paling bawah dan paling terpapar beban ekonomi, psikologi, dan politik.
“Jadi perempuan itu proletarnya proletariat,” jelasnya.
Tantangan Berat Bagi Pemerintahan Prabowo
Data Bank Dunia ini, menurut Rocky Gerung, sekaligus menegaskan klaim-klaim selama ini bahwa Jokowi adalah presiden terbaik telah terbantahkan.
Hal ini juga menjadi tantangan besar bagi Presiden Prabowo Subianto dengan program-program populisnya, seperti makan siang bergizi dan ketahanan pangan, yang berupaya mengatasi kemiskinan langsung ke akar rumput.
Rocky mengakui bahwa anggaran negara terbatas dan banyak hutang yang harus dibayar.
Namun, ia berharap Prabowo dapat mensiasati keterbatasan anggaran tersebut dengan efisiensi dan memastikan kementeriannya solid dalam mengentaskan kemiskinan dan memberantas korupsi.
Ia juga menekankan pentingnya menghargai kritik sebagai kanalisasi keresahan publik, agar protes sosial yang diakibatkan kemiskinan dan kurangnya pendidikan tidak tiba-tiba meledak di jalan.
“Kritik dari kalangan purnawirawan juga harus difasilitasi,” imbuhnya.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!