POLHUKAM.ID - Usai menyebut Jokowi layak jadi Nabi, Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur, kembali menyuarakan kekagumannya.
Bahkan, Dedy melihat sosok Jokowi masih menjadi tokoh sentral dalam lanskap politik nasional.
Dikatakan Dedy, meskipun masa jabatan Jokowi sudah berakhir, pengaruh politiknya diperkirakan tetap kuat hingga tahun politik mendatang.
“Menghilangkan pengaruh politik Jokowi menurut saya butuh energi yang luar biasa besar,” ujar Dedy di X @DedynurPalakka (19/6/2025).
Dedy menilai berbagai upaya untuk menjatuhkan citra politik Jokowi hanya akan menemui jalan buntu.
Sebab, kata dia, kekuatan politik Presiden ke-7 RI itu bukan dibangun dari elit, melainkan berasal langsung dari rakyat.
“Karena akar politik yang selama ini dibangun oleh Jokowi adalah rakyat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedekatan Jokowi dengan masyarakat yang dikenal melalui gaya blusukannya menjadi fondasi utama yang membuatnya tetap relevan dalam percaturan politik.
"Selama rakyat Indonesia mengingat Jokowi sebagai bapak politik blusukan yang spiritnya adalah bertemu langsung dengan rakyat, maka selama itu pula kekuatan politik Jokowi tidak akan mudah diruntuhkan,” Dedy menuturkan.
Dedy kemudian menyebut Jokowi sebagai figur negarawan yang melekat kuat di benak masyarakat.
“Itulah Jokowi, seorang politisi negarawan yang mengakar dalam pikiran rakyat,” tandasnya.
👇👇
TAGS
Artikel Terkait
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Bilang Jangan Panik – Ini Alasannya
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun! Menkeu Buka Suara: Jangan Panik, Ini Alasannya
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun di Maret 2026, Menkeu Purbaya Buka Suara: Rasio Masih Aman?
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Masih Aman, Jangan Lihat Negatif Terus!