Dikatakan, masyarakat lebih sensitif terhadap isu yang lebih penting. Yaitu, tentang bagaimana caranya membangun ekonomi politik bangsa yang sedang dikuasai oligarki. Asumsinya, kekayaan bangsa ini mayoritas dikuasai satu persen penduduk Indonesia.
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menilai, biang kerok penyebab polarisasi politik adalah keterpaksaan masyarakat untuk memilih dua pasangan calon di ajang Pilpres. Alhasil, polarisasi tidak dapat dihindarkan ketika kedua kubu saling serang dengan isu politik identitas. “Tentu harapannya nanti akan muncul banyak calon di Pilpres 2024,” pungkasnya. [BSH]
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang