Greget Luhut ini lanjut Rocky, diteruskan ke Jokowi dengan bahasa yang menurut Rocky hanya mereka berdua yang paham yang mana pada akhirnya Jokowi menganggap hanya Luhut saja yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
Baca Juga: “Satire Komisaris”, Geisz Chalifah: Nggak Lama Lagi Ada Video Harun Masiku Dukung Anies Baswedan!
“Jadi psikologi itu dengan sendirinya terbentuk karena kedekatan,” lanjut Rocky.
Lanjut Rocky, kedekatan tersebut dengan sendirinya akan menggambarkan apa yang disebut Rocky sebagai “kimia politik”.
“Jadi bagian ini yang kita sebut sebagai kimia politik itu dengan sendirinya berlangsung di antara mereka yang saling kenal. Kalau bahasa satire-nya, mahkluk-makhluk sejenis saling menguatkan, saling tertarik satu sama lain,” jelas Rocky.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?