"Itu tidak masuk akal. Kalau Gibran dijadikan sasaran karena posisinya di 2024, ya itu karena sakit hati. Fakta politiknya seperti itu," kata Freddy.
Selain itu, Freddy juga menuding pihak-pihak yang mengkritik Gibran belum bisa menerima hasil Pemilu 2024.
"Kalau kalian kalah, ya sabar. Mainkan strategi yang cantik untuk 2029. Jangan memaksakan narasi yang bertentangan dengan konstitusi," ujarnya.
Namun, Refly tetap pada pendiriannya bahwa bangsa ini harus dipimpin oleh orang yang memiliki kapasitas.
Ia menyayangkan jika diskusi rasional soal masa depan bangsa dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan.
"Kita ini bicara tentang bangsa besar. Masa depan Indonesia jangan dipimpin oleh anak kecil yang tidak punya kapasitas," katanya.
Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mengirim surat tuntutan pemakzulan Gibran kepada Ketua MPR dan Ketua DPR pada 26 Mei 2025
Surat tersebut diteken oleh empat purnawirawan TNI, yakni Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto dan Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto.
"Kalau sudah kita dekati dengan cara yang sopan, tapi diabaikan, enggak ada langkah lagi selain ambil secara paksa, kita duduki MPR Senayan sana, oleh karena itu saya minta siapkan kekuatan," kata mantan Kepala Staf TNI AL, Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto di Jakarta Selatan, Rabu (2/7).
Sumber: CNN
Artikel Terkait
OTT KPK Heboh! Bupati & Wakil Bupati Rejang Lebong Ditangkap, Ini Kronologi Lengkapnya
Prabowo Buka Suara: Pejabat Ini Dinilai Mengecewakan & Bikin Bangsa Susah!
KPK vs Yaqut: Benarkah Prosedur Penyidikan Ini Sah? Ini Kata Ahli Hukum
Buni Yani Sebut Indonesia Tak Akan Maju Sebelum Gibran Dimakzulkan dan Jokowi Diadili?