"Silfester Matutina tidak pernah belajar sejarah perjalanan bangsa tentang peran Kopassus tahun 1965/1966 yang dikenang dan dikenal Bangsa Indonesia sebagai Pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat)," tutur dia.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang viral, Silfester Matutina dengan lantang menyerang Soenarko, mengungkit kasus makar yang pernah menjeratnya, hingga menghina fisiknya.
"Hei kumis tebal (Soenarko), kau pikir kita takut sama kau," kata Silfester.
"Kau ini dulu ditangkap karena kasus makar. Bawa senjata, ya Soenarko ini," serunya.
Ia juga mengungkit peran Luhut Binsar Pandjaitan yang disebutnya menjadi penjamin kebebasan Soenarko saat itu.
"Kan Soenarko kau ditahan kan, atas kebaikan Pak Luhut sebagai jaminan akhirnya kamu bebas. Soenarko, hei kumis tebal jangan sampai kita cukur kau punya kumis. kau pikir kami takut sama kau," katanya.
👇👇
Silfester ini jasanya untuk bangsa dan negara apa sampai menghina JENDERAL SOENARKO?! pic.twitter.com/sUfwOqdjNI
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?