Sri Mulyani bukan orang asing di pemerintahan. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya mulai dari Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang diembannya di era Pemerintahan Presiden SBY dan Presiden Jokowi.
Di kancah internasional Sri Mulyani pernah mengisi jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga akhirnya dipanggil kembali oleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 27 Juli 2016.
Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
Meski begitu penilaian negatif terhadap Sri Mulyani kerap disuarakan kalangan oposisi. Kebijakan yang dibuat Sri Mulyani dinilai tidak pro rakyat kecil. Dia juga dianggap sebagai orang yang bertanggung atas membengkaknya utang negara yang saat ini mencapai Rp7.052,50 triliun.
Dana talangan Bank Cenury Rp 6,7 triliun yang berujung korupsi adalah salah satu dari banyaknya keputusan Sri Mulyani yang juga disorot oposisi.[]
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?