"Bangun koalisi siapapun itu baik dan positif, dan saya rasa demi adanya demokrasi yang sehat mari kita hadirkan sebanyak mungkin opsi kepada masyarakat. Tetapi, sebaiknya kali ini kita dengar aspirasi masyarakat, siapa yang dikehendaki masyarakat," ujar Eddy.
Adapun terkait calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Koalisi Indonesia Bersatu tak ingin terburu-buru memutuskannya. Kendati demikian, ia berharap Pilpres 2024 dapat menghadirkan lebih dari dua pasangan calon.
"Target lain bagaimana bangun gagasan, apa gagasan itu, dan ini adalah hal yang penting untuk kita akhir bersama sebelum akhirnya keluar nama. Jadi kita akan butuhkan waktu untuk lakukan kaijan-kajian tersebut secara teliti dan mendalam," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR itu.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?