Alasan kedua ia meyakini bahwa PSI akan menjadi partai besar dan kuat adalah pelaksanaan e-voting dalam pemilihan ketua umum.
Menurutnya, ini adalah sebuah revolusi demokrasi.
Saat ini, kata Jokowi, mungkin yang berpartisipasi baru 84 persen.
Tetapi, nantinya jika sistem ini menjadi sebuah model yang baik, bisa jutaan anggota PSI ikut berpartisipasi dalam pemilu raya.
“Muncul calon-calon yang banyak tidak kita perkirakan, nantinya bisa terjadi. Itulah partai super tbk dan pelaksanaan e-voting, voting online, karena setiap anggota memiliki kekuatan, dihargai kekuatannya, dihargai suaranya.”
Jika model politik seperti itu dilakukan, Jokowi meyakini ke depannya tidak akan ada lagi yang namanya poitik di belakang layar, karena semuanya terbuka dan transparan.
“Tidak ada lagi keputusan segelintir orang. Keputusan nanti ada di seluruh anggota.”
“Dan yang paling penting dalam kita berbangsa dan bernegara, saya ingin orientasi seluruh kebijakan yang ada di PSI itu adalah untuk negara, untuk rakyat, untuk bangsa, bukan untuk kelompok dan pribadi-pribadi,” ucapnya.
👇👇
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?