Prabowo mengatakan, ketika kita tidak konsekuen menjalankan UUD 1945 kita, terjadilah distorsi ekonomi.
Distorsi ini memicu pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan berkualitas.
Presiden mengakui, yang menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia memang hanya segelintir orang saja.
"Terjadilah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen selama tujuh tahun terakhir tidak tercermin dalam kondisi nyata rakyat Indonesia," kata Presiden.
Angka Kemiskinan RI 8,47%, Prabowo: Terendah Sepanjang Sejarah!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tingkat kemiskinan Indonesia bisa ditekan hingga di level terendah.
"Tingkat kemiskinan ditekan menjadi 8,47%, terendah sepanjang sejarah," kata dia dalam Penyampaian RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Dia menjelaskan saat ini juga pemerintah sedang bekerja keras agar inflasi tetap rendah di kisaran 2,4% sehingga menjaga daya beli rakyat terutama masyarakat yang tidak mampu.
Inilah bukti nyata dengan kerja keras dan kesungguhan kita mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera.
"Optimisme dan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia tinggi," jelasnya.
Realisasi investasi paruh pertama 2025 mencapai target APBN dan pasar saham kita pun menunjukkan perkembangan menggembirakan di tengah situasi Global yang sangat tidak pasti.
Prabowo menambahkan berbagai program unggulan juga dirasakan oleh rakyat.
Makan bergizi gratis hari ini telah mencapai 20 juta penerima manfaat. Cek kesehatan gratis sudah mencapai lebih dari 17 juta penerima manfaat.
Revitalisasi sekolah sudah sampai lebih dari 13.000 sekolah dan madrasah.
Sekolah Rakyat sudah mencapai 100, pembentukan koperasi desa dan kelurahan merah putih telah dimulai tahun ini 80.000 koperasi telah dibentuk dan pada akhir tahun 2025 ini tiap koperasi akan memiliki gudang, akan memiliki cold storage, akan memiliki gerai-gerai dan setiap koperasi akan memiliki dua kendaraan truk untuk menjemput dan mengantar hasil buminya.
Sumber: Republika
Artikel Terkait
Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Ancaman Nyata bagi Masa Depan PSI Pasca-Jokowi?
Jokowi Klaim Tak Teken Revisi UU KPK 2019, Tapi Pengamat Beberkan Fakta Mengejutkan Ini
Gibran Jadi Bumerang Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analis Prediksi Duet Ini Berisiko
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana