POLHUKAM.ID - Koordinator Relagama Bergerak sekaligus Penanggung Jawab (PJ) Acara, Bangun Sutoto, angkat bicara soal kegaduhan pembatalan acara yang semula dijadwalkan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara yang dimaksud adalah forum silaturahmi tokoh nasional yang dikaitkan dengan launching buku Jokowi’s White Paper, Senin (18/8/2025) kemarin.
Dikatakan Bangun, pihaknya harus meluruskan pernyataan UGM yang dinilai tidak sesuai fakta.
Menurut Bangun, pembatalan acara dilakukan secara sepihak oleh UGM tanpa pemberitahuan yang jelas.
“Setelah mengalami langsung sebagai pelaku di lapangan dan mengikuti dinamika yang berkembang pasca acara tersebut, kami anggap penting menyampaikan kronologi sebenarnya,” ujar Bangun, Kamis (21/8/2025).
Ia kemudian mengungkap detail kronologi yang dimulai sejak Sabtu (16/8/2025) ketika Roy Suryo menghubunginya via WhatsApp untuk menyiapkan acara.
Awalnya lokasi disepakati di Hotel Horison Jogja, namun dr. Tifauzia Tyassuma selaku perwakilan penulis buku meminta agar kegiatan digelar di UC UGM.
Alasannya, para penulis merupakan alumni UGM dan ingin meninggalkan catatan sejarah tersendiri.
Pada Minggu (17/8/2025), dua orang tim Relagama Bergerak mendatangi manajemen UC UGM untuk pemesanan tempat.
Mereka bahkan sudah menyetor booking fee Rp1 juta untuk Ruang Nusantara UC UGM.
Artikel Terkait
Diplomasi Tingkat Tinggi: Rahasia di Balik Pertemuan Rahasia Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi
Restorative Justice atau Blunder? Misteri Pencabutan Tersangka Eggi-Damai dalam Kasus Ijazah Jokowi Terkuak
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra! Ini Alasan Krusial Jelang Jadi Deputi Gubernur BI
Anies Baswedan Diusung Partai Baru di 2029, Demokrat Ingatkan Hal Krusial Ini!