POLHUKAM.ID - Podcast Denny Sumargo kembali mencuri perhatian publik usai menghadirkan Tom Lembong bersama co-host Coki Pardede.
Dalam obrolan yang terkesan santai tapi penuh bobot, Tom mengungkap fakta mengejutkan: dirinya sudah sadar akan ancaman hukum dan risiko politik sejak awal 2022.
Ia mengaku sejak jauh hari sudah menyiapkan istri dan anak menghadapi kemungkinan buruk.
Mulai dari tekanan hukum hingga risiko keselamatan pribadi.
Hal ini tak lepas dari kiprahnya di dunia politik, termasuk ketika membantu Anies Baswedan saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Mendengar pengakuan itu, Coki Pardede langsung menimpali dengan gaya khasnya.
Ia menyindir fenomena pejabat yang kerap berpura-pura sakit saat dipanggil aparat.
“Kenapa Bapak gak pura-pura tidur aja, Pak? Atau pura-pura sakit kayak pejabat lain?” celetuk Coki yang disambut tawa, sebagaimana dikutip JatimNetwork.com.
Candaan tersebut membuat suasana serius jadi cair, meski topik yang dibahas cukup berat.
Coki seakan ingin menekankan bahwa Tom memilih jalan berbeda: menghadapi kenyataan dengan kesatria, bukan mencari alasan untuk menghindar.
Tom sendiri menegaskan bahwa ketika ditetapkan sebagai tersangka kasus impor gula, ia memang sudah siap menghadapi semua konsekuensinya.
Ia tidak memilih jalan “aman” dengan berpura-pura sakit, melainkan langsung bersikap terbuka dan menerima keputusan hukum.
“Sejak awal saya sudah kasih tahu keluarga, risikonya besar. Jadi mereka harus siap,” ungkapnya dengan nada tenang.
Cerita ini semakin memperkuat citra poker face Tom Lembong yang sebelumnya sempat disorot.
Ekspresinya yang datar dan tenang ternyata bukan tanpa alasan, melainkan strategi menghadapi tekanan.
Publik pun menilai sikap ini sebagai bentuk kesatria seorang tokoh publik di tengah badai kasus impor gula.***
Sumber: jatimnet
Artikel Terkait
Puan Maharani Bongkar Masalah Utang Whoosh: DPR Akan Usut Tuntas!
Prof Henri Balik Badan Bongkar Rekayasa Gibran Cawapres: Saya Kecewa dengan Jokowi!
Misteri Dewa Luhut di Balik Proyek Whoosh: Rahasia yang Baru Terungkap
Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Whoosh: Dugaan Markup Rp 60 Triliun dan Potensi Kerugian Negara