“Jokowi itu musuh rakyat dan penghancur NKRI. Motifnya hanya ambisi kekuasaan dan mengelak dari tanggung jawab hukum,” katanya.
Menurut Sholihin, seluruh elemen bangsa mulai dari mahasiswa, cendekiawan, tokoh masyarakat, ulama hingga praktisi hukum sudah mendesak agar Prabowo mengambil langkah tegas. Beberapa tuntutan rakyat yang disebutnya mendesak antara lain:
- Segera memakzulkan Gibran.
- Menangkap dan mengadili Jokowi.
- Memberhentikan menteri, ketua lembaga negara, dan kepolisian yang korup.
- Menopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Menerapkan UU Perampasan Aset Koruptor.
- Memberhentikan proyek PIK Aguan.
“Semakin hari tuntutan rakyat semakin banyak. Jika Prabowo terus tunduk pada bayang-bayang ancaman Jokowi, sampai akhir jabatan pun tidak ada yang bisa diperbuat selain melayani kemauan Jokowi,” tegas Sholihin.
Ia menutup pernyataannya dengan desakan keras agar Prabowo berani berdiri di sisi rakyat.
“Tanpa tindakan nyata membela rakyat, posisi Prabowo sebagai Presiden sudah tidak berguna lagi. Lebih baik Prabowo dan Gibran mundur saja agar Indonesia dipimpin orang yang kompeten, jujur, dan punya nyali,” pungkasnya.
Sumber: RadarAktual
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?