POLHUKAM.ID - Di antara riuhnya teriakan massa dan asap gas air mata, ada satu sosok perempuan muda yang justru "bertarung" dengan cara yang berbeda.
Namanya Andhyta Firselly Utami, atau yang lebih akrab disapa Afutami.
Dialah salah satu otak di balik lahirnya dokumen "17 8 Tuntutan Rakyat" yang viral itu.
Saat banyak orang turun ke jalan, Afutami dan timnya justru "turun" ke laptop, merumuskan poin-poin tuntutan yang tajam, terstruktur, dan berbasis data.
Ia bahkan ikut mengantarkan langsung dokumen tersebut ke Gedung DPR.
Tapi, siapa sih sebenarnya Afutami? Kenapa perempuan lulusan Harvard ini memilih untuk berada di garda depan perjuangan rakyat? Yuk, kita kenalan lebih jauh.
Bukan Aktivis Jalanan Biasa, tapi 'Nerd' Kebijakan Publik
Kalau kamu bayangin Afutami adalah tipe aktivis yang teriak-teriak di mobil komando, kamu salah besar.
Perempuan berusia 31 tahun ini adalah seorang ekonom lingkungan yang sehari-harinya bekerja di institusi internasional sekelas Bank Dunia, memberikan masukan langsung ke pemerintah soal isu iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Pekerjaannya inilah yang membuatnya sangat kritis dan paham betul seluk-beluk kebijakan publik. Ia tidak asal teriak, tapi berbicara dengan data dan analisis yang kuat.
Jejak Pendidikannya Bukan Kaleng-kaleng
Kecerdasan dan kekritisannya tentu bukan datang dari langit. Jejak pendidikannya benar-benar mentereng:
S1 Hubungan Internasional di Universitas Indonesia (UI): Lulus dengan predikat cum laude sambil aktif di segudang organisasi, dari klub debat sampai BEM.
Beasiswa di Nanyang Technological University (NTU) Singapura: Menambah wawasan internasionalnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?