POLHUKAM.ID - Deklarasi jokowi yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo–Gibran untuk dua periode ke depan bukan hanya soal politik formal.
Di balik kata-kata itu tersimpan skenario luas yang memanfaatkan mesin politik modern: para “ternak Mulyono”, istilah untuk buzzer dan aktivis pro-jokowi, siap menjadi ujung tombak untuk mewujudkan ambisi jokowi.
Tugas para termul kini jelas: bekerja tanpa henti untuk memastikan cita-cita jokowi terwujud, mulai dari menguatkan narasi dukungan publik hingga menekan partai atau tokoh yang enggan mengikuti arahan.
Mereka bukan hanya sekadar menyebarkan informasi positif tentang Prabowo–Gibran; mereka menjadi alat politik aktif, yang mampu memanipulasi opini publik, menekan lawan, dan mengamankan posisi strategis jokowi di panggung politik 2029.
Komentar-komentar di media sosial sudah mulai beredar dan menunjukkan bagaimana strategi ini mulai bekerja:
- “Dukung Prabowo-Gibran dua periode! Semoga Indonesia semakin maju dan sejahtera,” tulis seorang netizen yang pro-dukung jokowi.
- “Dua periode? Kok rasanya seperti Jokowi ingin tetap berkuasa melalui Gibran,” tulis netizen skeptis, menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi dinasti politik.
- “Relawan Jokowi seperti Bara JP dan Projo siap mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode,” k
Lebih dari itu, job baru ini adalah instrumen untuk menghadapi setiap ancaman politik.
Partai yang menolak mendukung Prabowo–Gibran, atau bahkan sekadar bersikap netral, akan menjadi sasaran kritik, serangan opini, dan tekanan publik yang terstruktur melalui mesin termul.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?