Kritik untuk Wakil Presiden Gibran
Sebagai bagian dari lingkaran kekuasaan, Gibran Rakabuming Raka juga tidak luput dari kritik tajam.
Legitimasi konstitusionalnya sebagai wakil presiden dipertanyakan setelah Putusan MK Nomor 90, yang dianggap cacat hukum dan memicu polemik.
Selain itu, integritas moral Gibran juga diuji dengan adanya dugaan keterlibatan dalam kasus akun "fufufafa" yang bermuatan konten pornografi.
Di sisi lain, isu pemalsuan ijazah yang meragukan keabsahan riwayat pendidikannya semakin menambah gelombang ketidakpercayaan publik.
Tuntutan Publik Mengeras
Berbagai kontroversi ini membuat tuntutan publik semakin mengeras.
Jika awalnya hanya berupa desakan agar Jokowi diadili dan Gibran dimakzulkan, kini narasi tersebut telah berubah menjadi seruan lebih tegas, yaitu "Tangkap dan adili Jokowi serta Gibran."
Label "penjahat bangsa" dianggap merefleksikan keyakinan publik bahwa keduanya telah mengkhianati amanah rakyat dan merusak prinsip demokrasi.
Tuntutan ini menjadi alarm keras bagi negara untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, jika tidak ingin jurang ketidakpercayaan dengan rakyat semakin dalam.
Sumber: PorosJakarta
Artikel Terkait
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini
Amien Rais Bongkar Orientasi Seksual Teddy? Idrus Sambo Beri Klarifikasi Mengejutkan!
Amien Rais Siap Tanggung Risiko: Tudingan Liwath ke Teddy Indra Wijaya Guncang Istana?
Viral! Sri Bintang Pamungkas Tuding SBY Homoseksual, Netizen X Heboh – Ini Fakta di Balik Video 2 Menit