Namun, menjadi persoalan ketika anak muda hanya bergantung kepada orang tuanya demi mendapatkan kekuasaan.
"Yang keterlaluan adalah anak-anak muda yang mengandalkan orang tuanya untuk dapat fasilitas bahkan kekuasaan. Ada anak muda yang mengandalkan pamannya, ada anak muda yang mengandalkan bapaknya, ada anak muda yang mengandalkan MK dan lain-lain," bebernya.
Menurutnya, anak muda yang seperti itu tidak akan bertahan lama berada di posisinya.
"Anak-anak muda seperti ini tidak akan bertahan lama untuk memperjuangkan bangsanya. Sementara anak muda yang matang dengan perjuangan, matang dengan permasalahan, dia akan menjadi kekuatan terus-menerus untuk bangsanya," ungkap Feri.
"Jadi teman-teman muda, nikmatilah penderitaan yang ada di bangsa ini, karena dengan penderitaan Anda mulai memikirkan bangsa ini," pungkasnya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?