KPK dan Kejagung Diminta Audit Proyek Kereta Cepat Whoosh Cegah Isu Politis
Aparat penegak hukum, baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung (Kejagung), didorong untuk segera melakukan penyelidikan dan audit mendalam terhadap aspek perencanaan dan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah persoalan teknis berkembang menjadi wacana politis yang kontraproduktif bagi pembangunan nasional.
Menurut Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, proyek strategis ini tidak sepatutnya hanya dilihat dari sudut pandang negatif dan politis. Pembangunan infrastruktur transportasi seperti Whoosh merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem mobilitas nasional yang bertujuan untuk mempercepat konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Hasanuddin menekankan pentingnya membedakan antara nilai strategis pembangunan infrastruktur dengan dugaan kelemahan dalam tata kelola proyek. Jika terdapat indikasi perencanaan keuangan yang tidak profesional, intervensi, atau pembengkakan biaya, hal tersebut harus diselesaikan secara akuntabel melalui evaluasi menyeluruh dan audit investigatif yang independen.
"Untuk menghindari agar persoalan ini tidak berkembang menjadi wacana politis yang kontraproduktif, sebaiknya KPK atau Kejaksaan melakukan penyelidikan dan evaluasi mendalam terhadap aspek perencanaan dan pembiayaan proyek," terang Hasanuddin, seperti dikutip dari RMOL.
Artikel Terkait
BBM Naik? PKS Bongkar 5 Solusi Darurat Ini Agar Harga Tak Melonjak!
Hanya Dua Presiden Ini yang Disebut Punya Ideologi Kuat: Soekarno dan Prabowo, Ini Kata Analis!
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?