Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk memastikan transparansi, menegakkan prinsip akuntabilitas publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek nasional berskala besar. Sementara itu, pemenuhan kewajiban utang dan pengelolaan finansial proyek dapat ditangani secara profesional oleh pihak pengelola seperti BP BUMN dan Danantara, yang memiliki kapasitas serta mandat untuk menata ulang struktur keuangan proyek strategis negara.
Hasanuddin juga menegaskan bahwa kritik terhadap aspek tata kelola keuangan tidak boleh mengaburkan nilai strategis Whoosh. Kereta cepat ini tetap merupakan pencapaian besar yang dapat menjadi tonggak kemajuan teknologi dan transportasi nasional, asalkan ke depan dikelola dengan prinsip profesionalitas, transparansi, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan pendekatan yang proporsional dan konstruktif, proyek Whoosh diharapkan tidak terjebak dalam pusaran politisasi, melainkan dapat menjadi simbol kemajuan dan pembelajaran berharga menuju tata kelola pembangunan nasional yang lebih baik dan akuntabel di masa depan.
Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/19/683668/segera-audit-whoosh-agar-tak-jadi-isu-politis-
Artikel Terkait
Prabowo Panggil Luhut ke Istana: Rahasia Digitalisasi Bansos & Strategi Ekonomi yang Bakal Dijalankan
Jusuf Kalla Buka Suara: Kekecewaan Pribadi atau Beban Sejarah yang Menghantui Jokowi?
Dibongkar! Pesan Rahasia JK ke Jokowi Soal Termul yang Bikin Gempar
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?