Prabowo Subianto Dinilai Ksatria dan Negarawan Tanggung Beban Utang Whoosh
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi sebagai pemimpin yang ksatria dan negarawan. Hal ini menyusul kesediaannya menanggung beban utang proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang diinisiasi pada pemerintahan sebelumnya.
Sikap Pemimpin Sejati Menurut Komunikolog Politik
Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan atau yang akrab disapa Kang Tamil, menyatakan bahwa langkah yang diambil Prabowo Subianto mencerminkan sikap terbaik seorang pemimpin. "Saya melihat apa yang dilakukan Pak Prabowo itu adalah sikap sebaik-baiknya seorang pemimpin, ksatria, dan negarawan," ujarnya.
Mengapa Langkah Ini Dinilai Tepat?
Meskipun proyek Whoosh sempat menuai berbagai polemik dan dinikmati oleh kalangan tertentu, Prabowo dianggap mengambil langkah yang tepat sebagai seorang negarawan. Keputusan untuk menanggung beban utang tersebut dipandang sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas kebijakan yang telah berjalan.
"Apa yang dilakukan Pak Prabowo itu sudah tepat. Hiruk pikuk yang ada di Whoosh pada akhirnya harus ditanggulangi oleh pemerintah," tegas Kang Tamil, yang juga merupakan akademisi Universitas Dian Nusantara.
Artikel Terkait
Prabowo Janji Hentikan Tradisi Senjata Hukum untuk Lawan Politik: Analisis SMRC Ungkap Fakta Mengejutkan
Mohammad Sobary Berbalik 200 Persen: Saya Punya Nalar Waras - Ini Kritik Tajam yang Bikin Jokowi Dikatai Edan
PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Politisasi Agama atau Manuver Politik Terselubung?
Jokowi Ditinggalkan? Analisis Mengejutkan Soal Runtuhnya Dukungan Partai dan Masyarakat Sipil