Iran Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Drone ke Indonesia, Apa Potensi dan Risikonya?
Iran secara resmi menawarkan kerja sama di bidang teknologi pesawat tanpa awak atau drone kepada Indonesia. Tawaran ini menarik perhatian mengingat rekam jejak teknologi drone Iran yang telah diakui kemampuannya di kancah global.
Keunggulan dan Kemampuan Drone Iran
Iran memiliki beragam seri drone canggih, seperti Shahed, Mohajer, Arash, Kaman, dan Karrar, yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Qods Aviation Industries. Salah satu keunggulan utama drone buatan Iran adalah biaya produksinya yang relatif lebih murah dibandingkan produsen Barat. Laporan menyebut biaya produksinya berkisar USD 35.000-40.000 per unit, jauh lebih hemat dibandingkan model sebanding dari AS yang bisa mencapai USD 41 juta.
Peta Kerja Sama Iran di Luar Negeri
Jika diterima, Indonesia bukanlah mitra pertama Iran. Pada Mei 2022, Iran telah meresmikan pabrik drone pertamanya di luar negeri, yaitu di Tajikistan. Ini menunjukkan komitmen Iran untuk ekspansi kerja sama teknologi pertahanan dan sipilnya.
Tantangan dan Risiko Geopolitik
Namun, kerja sama Indonesia-Iran dalam pengembangan drone dinilai tidak mudah. Iran saat ini berada di bawah sorotan dan sanksi negara-negara Barat terkait pengembangan alutsista dan dukungannya kepada Rusia. Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo, mengingatkan bahwa kolaborasi ini berpotensi memicu tekanan diplomatik.
Artikel Terkait
Hilal Mustahil Terlihat di 2026, Begini Penetapan Awal Puasa Menurut Menag
Tragis! Kronologi Lengkap Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan
Boyamin Saiman Bongkar Fakta Mengejutkan: Jokowi Dituding Cari Muka Soal Dukungan Kembalikan UU KPK
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari? Ini Daftar Lengkap Negara yang Setuju dan Satu yang Berbeda!