Hilal Awal Ramadan 1447 H Mustahil Terlihat, Ini Penjelasan Menag
POLHUKAM.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan bahwa hilal pada Selasa, 17 Februari 2026 mustahil untuk terlihat. Hal ini berdasarkan data astronomi yang menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk.
"Berdasarkan perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal saat matahari terbenam di Indonesia masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” jelas Menag Nasaruddin Umar, Selasa (17/2/2026).
Kriteria MABIMS Tidak Terpenuhi
Posisi hilal tersebut dinilai masih jauh di bawah kriteria yang telah ditetapkan oleh negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria itu mensyaratkan hilal minimal berada 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam, dengan elongasi atau jarak sudut bulan-matahari minimal 6,4 derajat.
Artikel Terkait
Iran Tawarkan Drone Canggih ke Indonesia: Meraup Teknologi atau Undang Masalah Geopolitik?
Tragis! Kronologi Lengkap Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan
Boyamin Saiman Bongkar Fakta Mengejutkan: Jokowi Dituding Cari Muka Soal Dukungan Kembalikan UU KPK
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari? Ini Daftar Lengkap Negara yang Setuju dan Satu yang Berbeda!