Syahganda menambahkan bahwa bahkan Presiden Prabowo Subianto disebut memahami gaya politik seperti itu. "Kan Prabowo juga bilang sering belajar dari Jokowi. Artinya Prabowo juga mengerti politik dasamuka, dua muka," ujarnya.
Strategi yang Berbalik Arah dan Posisi Gibran Kini
Menurut analisis Syahganda, strategi Jokowi untuk mempertahankan pengaruh melalui anaknya justru berbalik arah. "Dia nggak sangka bahwa dia itu kasih saran kontrol terhadap rezim yang dia pikir rezim keberlanjutan, ternyata tidak. Makanya anaknya sekarang jadi pusaran goyangan-goyangan orang," jelasnya.
Ia menilai Gibran kini menghadapi situasi politik yang tidak menentu dan kehilangan pijakan kekuasaan. Kritiknya ditutup dengan sindiran tajam: "Kemarin Gibran malah memberikan hadiah mancing ikan. Sudah, pokoknya dia bagusan jadi ketua RT aja," pungkas Syahganda Nainggolan.
Tags: Syahganda Nainggolan, Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Analisis Politik Indonesia, Wakil Presiden, Dinamika Kekuasaan, Kritik Politik
Artikel Terkait
Prabowo Janji Hentikan Tradisi Senjata Hukum untuk Lawan Politik: Analisis SMRC Ungkap Fakta Mengejutkan
Mohammad Sobary Berbalik 200 Persen: Saya Punya Nalar Waras - Ini Kritik Tajam yang Bikin Jokowi Dikatai Edan
PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Politisasi Agama atau Manuver Politik Terselubung?
Jokowi Ditinggalkan? Analisis Mengejutkan Soal Runtuhnya Dukungan Partai dan Masyarakat Sipil