Komitmen politik Jokowi itu langsung mendapat tanggapan keras dari Saiful Huda Ems, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi. Saiful menyebut Jokowi sebagai "manusia nggedabrus yang tidak tahu diri" karena dinilai melanggar janjinya sendiri untuk hidup tenang di Solo.
Lebih lanjut, Saiful menyoroti ironi dimana Jokowi bersemangat berkampanye untuk PSI, tetapi disebutkan tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan terkait persidangan dugaan ijazah palsu yang menjeratnya.
"Padahal Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya," tegas Saiful dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu 1 Februari 2026.
Dengan demikian, aktivitas politik Jokowi pasca-kepresidenan terus menjadi perbincangan publik, mempertentangkan antara janji awal untuk hidup sederhana dengan realitas keterlibatannya yang aktif dalam peta politik praktis.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?