Analisis lebih lanjut menyebutkan, posisi Kaesang akan semakin mapan dan mengakar jika PSI berhasil lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen) pada Pemilu 2029 mendatang. Kesuksesan PSI menjadi kunci untuk menopang pengaruh politik jangka panjang.
"Kekuatan PSI dengan Kaesang akan menopang dinasti politik yang dibangun Jokowi," jelas Jamiluddin. Hal inilah yang diduga menjadi alasan Jokowi akan bekerja maksimal untuk memenangkan PSI di kontestasi pemilu legislatif lima tahun ke depan.
Target Jangka Panjang: Pilpres 2034
Strategi paralel juga dijalankan untuk Gibran Rakabuming Raka. Dukungan untuk tetap memasangkannya dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mempersiapkan panggung kepemimpinan nasional di masa berikutnya.
"Kalau Gibran bisa tetap mendampingi Prabowo pada 2029, tentu memudahkan Jokowi untuk mengantarkan anaknya menjadi presiden pada Pilpres 2034," pungkas Jamiluddin. Hal ini menunjukkan peta strategi politik yang dirancang tidak hanya untuk pemilu mendatang, tetapi juga untuk dekade berikutnya.
Dengan dua jalur ini, pengaruh politik Jokowi diperkirakan akan tetap signifikan dan menentukan arah politik Indonesia menuju Pemilu 2029 dan bahkan Pilpres 2034.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri