Meski identitas pelaku belum terungkap, Siti menegaskan bahwa Badko HMI Jawa Barat tidak akan gentar. Ia menyatakan bahwa intimidasi ini justru memantik semangat organisasi untuk semakin vokal menyuarakan kebenaran.
"Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin 'gacor'," tegas Siti Nurhayati Barsasmy.
Lebih lanjut, Siti menilai bahwa pola kekerasan dan intimidasi terhadap penyampaian aspirasi publik adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sangat keliru jika suara rakyat dibalas dengan kekerasan, baik secara fisik maupun psikis.
Sebagai bentuk respons, Badko HMI Jawa Barat sedang mengkaji langkah-langkah perlawanan lebih lanjut. "Kami sedang mengkaji apakah skemanya berupa demonstrasi atau aksi dalam bentuk lain. Intinya, semakin disiram, semakin tak padam," pungkasnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?