Meski identitas pelaku belum terungkap, Siti menegaskan bahwa Badko HMI Jawa Barat tidak akan gentar. Ia menyatakan bahwa intimidasi ini justru memantik semangat organisasi untuk semakin vokal menyuarakan kebenaran.
"Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin 'gacor'," tegas Siti Nurhayati Barsasmy.
Lebih lanjut, Siti menilai bahwa pola kekerasan dan intimidasi terhadap penyampaian aspirasi publik adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sangat keliru jika suara rakyat dibalas dengan kekerasan, baik secara fisik maupun psikis.
Sebagai bentuk respons, Badko HMI Jawa Barat sedang mengkaji langkah-langkah perlawanan lebih lanjut. "Kami sedang mengkaji apakah skemanya berupa demonstrasi atau aksi dalam bentuk lain. Intinya, semakin disiram, semakin tak padam," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kritik Amien Rais ke Teddy Indra Wijaya: Etika Politik Terlampaui, Serangan Pribadi Justru Bikin Publik Gerah!
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Gagal Total atau Ada yang Main?
Purbaya Gebrak Meja! Sidang PLTSa Makassar Panas, Anak Buah Zulhas Kena Semprot Soal Regulasi Baru