"Oleh sebab itu, saya menyerukan untuk mengajukan Israel ke ICC atas kejahatan yang memenuhi empat unsur sekaligus," tuturnya.
Berikut adalah keempat unsur kejahatan yang dimaksud:
- Kejahatan Genosida (The crime of genocide), diatur dalam Pasal 6 Statuta Roma.
- Kejahatan terhadap Kemanusiaan (Crimes against humanity), diatur dalam Pasal 7 Statuta Roma.
- Kejahatan Perang (War crimes), diatur dalam Pasal 8 Statuta Roma.
- Kejahatan Agresi (The crime of aggression), yang yurisdiksinya akan dijalankan ICC setelah ketentuan terkait diadopsi.
Tuntutan Pertanggungjawaban Langsung dari Israel
PDIP mendesak pertanggungjawaban langsung dari Israel atas gugurnya prajurit TNI, yang meliputi:
- Pengakuan resmi atas tindakan penyerangan tersebut.
- Permintaan maaf secara resmi dalam forum PBB.
- Kesiapan untuk bertanggung jawab melalui mekanisme peradilan oleh ICC.
Seruan untuk Mengisolasi Israel di Dunia Internasional
Said Abdullah dengan tegas menyatakan, "Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia." Ia menyerukan kepada berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama di berbagai bidang dengan Israel, serta mengisolasi negara tersebut dalam pergaulan internasional.
Ia mengapresiasi langkah sejumlah negara Eropa yang mulai mengambil sikap, seperti Spanyol yang menarik duta besarnya dari Israel, serta Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel.
Dukungan untuk Solusi Dua Negara dan Kedaulatan Palestina
Said juga menyoroti keputusan Sidang Majelis Umum PBB pada 12 September 2025 yang mendukung solusi dua negara, yaitu Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdaulat dan berdiri setara.
Dukungan tersebut disampaikan oleh 142 dari 193 negara anggota yang hadir. "Dengan demikian, Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus sesegera mungkin melaksanakan keputusan tersebut," pungkas Said Abdullah menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Connie Bakrie Dibully Buzzer Istana? Ini Peringatan Kerasnya untuk Prabowo: Indonesia Bukan Kerajaan!
Connie Rahakundini Ungkap Serangan Robot Medsos, Desak Prabowo: Jangan Sampai No King!
Roy Suryo Bantah Isu Dana Rp50 Miliar untuk Ijazah Jokowi: Ini Faktanya!
Presiden Prabowo Didesak Tegas Lawan AS: Analis Beberkan 3 Alasan yang Bikin Publik Meragukan Sikapnya