Qodari mengutip komentar seorang pengamat di media sosial yang menilai dirinya dan Hasan Nasbi memiliki gaya komunikasi yang agresif. "Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu," kata Qodari.
Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi publik saat ini telah berubah drastis. Menurutnya, kondisi komunikasi politik modern menuntut respons yang lebih cepat dan terbuka dari pemerintah. "Saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus enggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak aja, sorry ye," ujarnya.
Ia menjelaskan, arus informasi yang bergerak sangat cepat membuat pemerintah tidak bisa lagi bersikap diam. Diperlukan keseimbangan narasi agar tidak terjadi dominasi informasi dari satu sisi saja. "Karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan. Sampai titik tertentu saya sering bilang di podcast, ya sekarang ini mungkin era di mana your words against my words, gitu loh," jelasnya.
Qodari menegaskan, strategi komunikasi pemerintah ke depan tidak hanya cukup bersifat proaktif, tetapi juga harus lebih agresif dalam merespons isu-isu publik. "Jadi bukan cuma proaktif, tapi harus agresif. Nah ini bakal dikutip ramai ini nanti. Nggak apa-apa, your words against my words. Saya yakin dan percaya bahwa publik punya rasionalitasnya sendiri dan mayoritas akan mendukung program-program yang kita kerjakan karena betul-betul ditujukan untuk masyarakat Indonesia," tuturnya.
Artikel Terkait
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?
Harta Rp40,43 M Tanpa Utang! Ini Isi LHKPN Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Komunikasi Presiden