Adi menambahkan bahwa manuver dan kontroversi Ade Armando berpotensi menggerogoti citra PSI. Hal ini sangat krusial mengingat partai tersebut sedang gencar memperkuat basis dukungan untuk lolos ambang batas parlemen pada Pemilu mendatang.
Oleh karena itu, Adi menduga bahwa PSI sedang melakukan kalkulasi politik. Partai berlambang bunga mawar itu diperkirakan tengah menghitung efek negatif jika terus dikaitkan dengan Ade Armando.
"Sepertinya PSI juga sedang menghitung dampak buruk jika Ade Armando tetap bersama partai," tambahnya.
Adi Prayitno pun mengingatkan agar isu-isu sensitif terkait agama dan identitas tidak dijadikan konsumsi publik secara sembarangan. Hal ini karena dapat memicu kegaduhan sosial dan politik yang berkepanjangan.
"Sekali lagi, membicarakan hal sensitif seperti ras dan agama seharusnya menjadi konsumsi pribadi," pungkasnya.
Keputusan Ade Armando mundur dari PSI diambil setelah ia mengaku kerap menjadi sasaran kritik dan serangan publik. Puncaknya, ia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh aliansi 40 organisasi kemasyarakatan Islam atas dugaan provokasi terhadap ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Artikel Terkait
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon: Aksi Hina yang Picu Kemarahan Umat Katolik
JIKA TEDDY DIAM, PUBLIK BERHAK PERCAYA TUDUHAN AMIEN RAIS? FAKTA DI BALIK BUNGKAMNYA SESEKAB
Jaksa Gagal Pidanakan Roy Suryo? Ijazah Asli Jokowi Jadi Biang Kerok Kasus Pencemaran Nama Baik
Terungkap! Operasi Senyap Super Tanker Iran di Perairan Indonesia Bikin Geopolitik Dunia Panas