POLHUKAM.ID - Kritik Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyinggung orientasi seksual menuai polemik di publik. Pengamat politik menilai serangan personal tersebut telah melampaui batas etika politik dan masuk ke ranah privat yang tidak semestinya dijadikan konsumsi publik.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Kurnia Syah, menegaskan bahwa kritik terhadap pejabat publik seharusnya berfokus pada kebijakan dan kinerja, bukan pada urusan pribadi. Dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk "Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais" di Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026, Dedi menjelaskan konsep res privata dan res publica dalam politik.
"Konsep dalam politik itu namanya res privata dan res publica. Res privata adalah hal-hal yang bersifat pribadi dan tidak memiliki dampak terhadap kepentingan umum," ujar Dedi.
Dedi menambahkan bahwa jabatan Sekretaris Kabinet merupakan posisi publik yang aktivitasnya layak dikritik jika terdapat penyimpangan dalam tugas dan kewenangan. Namun, isu moralitas yang bersifat personal tidak boleh dijadikan alat serangan politik.
Artikel Terkait
Viral! Sri Bintang Pamungkas Tuding SBY Homoseksual, Netizen X Heboh – Ini Fakta di Balik Video 2 Menit
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Gagal Total atau Ada yang Main?
Purbaya Gebrak Meja! Sidang PLTSa Makassar Panas, Anak Buah Zulhas Kena Semprot Soal Regulasi Baru